Seperti dilansir AFP, sabtu (29/11/2014), sinyal peringatan pembajakan tersebut dikirimkan oleh pilot ketika pesawat tengah mengudara dari Frankfurt, Jerman menuju ke Istanbul, Turki, pada Jumat (28/11) waktu setempat.
Ada peringatan depressurisation (pengurangan tekanan udara) yang kemudian diikuti dengan kesunyian tanpa penjelasan dalam komunikasi radio dari kokpit, sehingga disimpulkan telah terjadi pembajakan dalam pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini berawal ketika penumpang yang ada di dalam pesawat sempat panik ketika masker oksigen keluar dari langit-langit kabin, setelah pesawat mengalami masalah tekanan udara.
Pilot pesawat lalu meminta kepada menara kendali terdekat, untuk melakukan pendaratan darurat. Menurut polisi setempat, saat itulah, sang pilot tidak sengaja mengaktifkan sinyal peringatan pembajakan.
Setelah pesawat mendarat darurat di Bandara Wina, diketahui bahwa tidak ada pembajakan yang terjadi. Namun status pembajakan baru dicabut sekitar 40 menit setelah pesawat mendarat darurat.
(nvc/gah)










































