Empat saksi mata menuturkan kepada Reuters, Rabu (26/11/2014), bahwa salah satu pelaku bom bunuh diri memasuki area perdagangan yang terletak di belakang pasar utama kota Maiduguri, sebelum akhirnya meledakkan dirinya sendiri.
"Ketika orang-orang sibuk membantu korban luka, ledakan kedua terjadi," tutur saksi mata bernama Sani Adamu kepada Reuters soal insiden yang terjadi pada Selasa (25/11) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang perawat di Maiduguri General Hospital menyebutkan ada 42 jasad manusia yang diterima dari insiden dua ledakan tersebut. Sedangkan seorang staf rumah sakit Maiduguri University yang ada di lokasi berbeda melaporkan bahwa dua korban luka dari puluhan korban yang dilarikan ke rumah sakit tersebut, akhirnya tewas.
Otoritas Nigeria belum bisa dimintai terkait insiden ini.
Belum ada pihak maupun kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan ini. Namun kecurigaan mengarah kepada militan Boko Haram, yang selama 5 tahun terakhir mendalangi serangkaian serangan yang menewaskan ribuan orang di Nigeria.
Militan Boko Haram diketahui baru-baru ini gemar mengerahkan anggota wanitanya sebagai pelaku bom bunuh diri. Para wanita pelaku bom bunuh diri ini sering disebut sebagai 'pengantin' karena mengorbankan nyawanya untuk berjihad.
Pada Juni lalu, terjadi empat serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh pelaku wanita. Salah satu ledakan menimpa sebuah sekolah di Kano dan menewaskan sedikitnya 1 orang selain pelaku.
(nvc/mad)











































