Militer Suriah Bombardir Markas ISIS di Raqqa, 63 Orang Tewas

Militer Suriah Bombardir Markas ISIS di Raqqa, 63 Orang Tewas

- detikNews
Rabu, 26 Nov 2014 12:26 WIB
Militer Suriah Bombardir Markas ISIS di Raqqa, 63 Orang Tewas
Ilustrasi
Damaskus - Militer Suriah terus menggempur wilayah Raqqa yang kini dikuasai oleh militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Sedikitnya 63 orang, sebagian merupakan warga sipil, tewas akibat serangan udara ini.

Laporan tersebut disampaikan oleh Syrian Observatory for Human Rights yang memantau konflik di Suriah, seperti dilansir Reuters, Rabu (26/11/2014). Pemerintah Suriah sendiri belum bisa dimintai tanggapan atas laporan ini.

Direktur Syrian Observatory, Rami Abdulrahman, menyebutkan, ada sekitar 10 pesawat tempur Suriah yang melancarkan serangan terhadap wilayah Raqqa yang kini menjadi markas kuat ISIS di Suriah. Menurut Abdulrahman, setidaknya ada 10 kali serangan yang mengenai Raqqa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mayoritas serangan mengenai bagian timur kota tersebut. Sedikitnya 36 korban tewas merupakan warga sipil. Sisanya, kami tidak yakini apakah mereka pejuang militan," sebut Abdulrahman, mengutip keterangan warga setempat dan aktivis di wilayah tersebut.

ISIS yang menguasai sejumlah wilayah Irak dan Suriah, berhasil mengalahkan dan mengusir militer Suriah dari wilayah Raqqa pada Agustus lalu. Sejak saat itu, ISIS menguasai pangkalan militer setempat dan membunuh tentara Suriah yang mereka tangkap.

Wilayah Raqqa sendiri memang menjadi target serangan udara AS dan koalisi semenjak menggelar operasi militer melawan ISIS di Suriah. Namun pejabat AS yang enggan disebut namanya menyebutkan bahwa AS dan koalisi tidak melancarkan sernagan udara ke Raqqa dalam waktu 24 jam terakhir.

Sedangkan seorang anggota ISIS di Raqqa mengkonfirmasi bahwa serangan udara di wilayah tersebut lebih sering dilakukan oleh tentara pemerintah Suriah. Menurut anggota ISIS tersebut, seperti dikutip Syrian Observatory, sedikitnya ada 70 orang yang tewas akibat serangan militer Suriah.

Militer Suriah memang diketahui meningkatkan serangan terhadap pemberontak dan militan di wilayahnya semenjak koalisi AS menggelar operasi melawan ISIS pada September lalu. Para pengamat menyebut peningkatan serangan ini bertujuan untuk memperlemah pemberontak yang melawan rezim Suriah sebelum mereka mendapat pelatihan militer dari AS.

(nvc/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads