Komisi keamanan tertinggi Yaman dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita Saba dan dilansir Reuters, Selasa (25/11/2014), menyebutkan ada 7 sandera asal Yaman dan satu sandera asing yang berhasil dibebaskan. Namun tidak disebutkan lebih lanjut asal kewarganegaraan sandera asing tersebut.
Tidak disebutkan juga di lokasi mana saja operasi militer khusus tersebut digelar. Tidak diketahui pasti kapan dan di mana para sandera diculik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi penculikan tergolong sering terjadi di negara yang merupakan sekutu AS ini. Selama ini, Yaman terus bertempur melawan serangan militan setempat, terutama yang berkaitan dengan jaringan Al-Qaeda.
Aksi penyanderaan seringkali dilakukan para militan, khususnya menargetkan warga asing. Kerap kali, penyanderaan dijadikan taktik oleh kelompok etnis setempat untuk menyelesaikan persoalan dengan pemerintah. Sedangkan oleh kelompok oportunis, seringkale sandera dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi dengan dijual ke kelompok lain.
Awal bulan ini, PBB menyatakan, seorang ahli perairan asal Sierra Leone yang bekerja untuk proyek sanitasi Semenangjung Arab, berhasil dibebaskan setelah selama 1 tahun terakhir diculik oleh kelompok bersenjata setempat.
(nvc/nwk)











































