Mesir Klaim Tangkap Militan Berbahaya yang Baru Pulang dari Suriah

Mesir Klaim Tangkap Militan Berbahaya yang Baru Pulang dari Suriah

- detikNews
Kamis, 20 Nov 2014 18:22 WIB
Mesir Klaim Tangkap Militan Berbahaya yang Baru Pulang dari Suriah
Ilustrasi
Kairo -

Otoritas Mesir mengklaim berhasil menangkap seorang militan yang baru kembali dari pertempuran di Suriah. Militan tersebut diyakini bergabung dengan militan Nusra Front, yang masih berafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda.

Kepulangan militan bernama Hany Shaheen Ali Shaheen ke Mesir ini bertujuan untuk melatih warga Mesir dalam merakit bom. Pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir menyebutkan, Shaheen mengakui dirinya menerima perintah dari Islamist Furqan Brigade untuk melatih militan lokal di Provinsi Gharbia, Mesir.

Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (20/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepulangan militan dengan pengalaman dan keahlian terorisme semacam ini memicu kekhawatiran dan bisa membawa kekerasan lebih parah di Mesir. Terutama kini otoritas Mesir tengah berusaha keras menjaga kestabilan negara di tengah maraknya serangan dan aksi kekerasan militan setempat.

Televisi Mesir menayangkan video yang disebut sebagai pengakuan Shaheen.

"Saya pergi ke Suriah sekitar setahun lalu. Saya dilatih menggunakan Kalashnikov dan bahan peledak oleh Furqan Brigade... di Homs (Suriah)," ucap seorang pria berjenggot dalam video tersebut, yang disebut sebagai Shaheen.

Tidak bisa dipastikan kaitan langsung antara Shaheen dengan militan Nusra Front, namun diketahui bahwa Islamist Furqan Brigades masuk dalam jaringan Nusra Front di Suriah.

Selama ini Nusra Front dikenal akan aksinya melawan militer Suriah demi melengserkan Presiden Bashar al-Assad. Nusra Front juga merupakan musuh militan ISIS, yang akhir-akhir ini terus digempur serangan udara AS dan koalisi.

Kementerian Dalam Negeri Mesir juga mengungkapkan, mereka berhasil membongkar 5 sel teroris yang terdiri atas 38 anggota militan di Gharbia. Militan tersebut memblokir jalanan dan mendalangi serangkaian aksi kekerasan yang melukai 7 polisi setempat dan 14 warga sipil.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini