Penangkapan seorang pemimpin kultus ternama di India berujung pada kerusuhan yang menewaskan 6 orang. Dia ditangkap karena mangkir dari 40 panggilan pengadilan terkait kasus pembunuhan.
Satguru Rampalji Maharaj akhirnya berhasil ditangkap pada Rabu (19/11) tengah malam waktu setempat. Tidak hanya itu, pria ini juga dijerat dakwaan tambahan yakni penghasutan dan mengobarkan perang terhadap negara terkait kerusuhan tersebut.
Sekitar 450 orang yang merupakan pengikut radikalnya juga ikut ditangkap. Polisi harus mengevakuasi lebih dari 10 ribu pengikut setia Rampalji yang berusaha menghalang-halangi penangkapan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendukung Rampalji membuat pagar betis untuk menghalangi petugas mendekat, bahkan melemparkan batu serta botol yang diisi cairan asam ke arah petugas kepolisian.
Menurut otoritas setempat, jasad korban tewas, yang terdiri atas 5 wanita dan seorang bayi ditemukan di lokasi kejadian. Tidak ada bekas luka tembakan ataupun luka memar pada jasad korban. Kini keenam jasad tersebut tengah menjalani pemeriksaan postmortem untuk mencari tahu penyebab kematian.
Sedangkan Rampalji (63) yang sangat dipuja oleh para pengikutnya ini mulai disidangkan. Dia sempat menjadi buronan aparat setempat karena mengabaikan lebih dari 40 kali panggilan pengadilan terkait dengan sebuah kasus pembunuhan.
"Saya tidak bersalah," ucap Rampalji kepada wartawan setempat, ketika dirinya digiring keluar dari pengadilan di Chandigarh.
"Semua tuduhan terhadap saya adalah tidak benar," imbuhnya.
(nvc/ita)











































