"Tindakan ini jelas-jelas bukan perilaku manusia," ujar Menlu Kerry kepada wartawan di sela-sela kunjungan di London, Inggris, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/11/2014).
"Orang-orang yang datang untuk beribadah kepada Tuhan di tempat suci seperti sinagoge (tempat ibadah umat Yahudi) malah diserang kapak dan dibunuh di dalam tempat suci, dalam aksi murni teror dan kebrutalan yang tidak masuk akal," imbuhnya.
Lebih lanjut, Kerry menyatakan, dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas insiden ini. Kerry kemudian menyerukan agar pemimpin Palestina menyatakan kecaman atas serangan brutal tersebut.
"Kepemimpinan Palestina ... harus mulai mengambil langkah untuk mencegah penghasutan semacam ini datang dari bahasa mereka atau dari bahasa orang lain dan menunjukkan bentuk kepemimpinan yang diperlukan demi memberikan jalan kedamaian bagi wilayah ini," tegas Kerry.
Serangan keji yang terjadi pada Selasa (18/11) tersebut, berawal ketika dua pria bersenjatakan kapak dan pisau masuk ke dalam sebuah sinagoge di Yerusalem. Keduanya kemudian menyerang orang-orang yang sedang beribadah di dalam.
Nahas, sedikitnya 4 orang (sebelumnya disebut 5 orang) tewas dan 9 orang lainnya luka-luka dalam insiden maut ini. Tidak diketahui pasti motif serangan yang disebut sebagai serangan terparah di Israel dalam beberapa tahun terakhir ini. Media setempat menyebut, salah satu pelaku ada yang membawa senjata api.
Masih menurut media Israel, kedua pelaku yang diduga warga Palestina tersebut langsung ditembak mati oleh polisi di lokasi kejadian.
(nvc/nwk)











































