Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan mengumumkan komitmen pemerintah atas penyelidikan MH17 tersebut dalam statemen yang dirilis seperti dilansir AFP, Jumat (14/11/2014).
"Pemerintah bertekad untuk bekerja selama yang diperlukan guna membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," tutur Keenan.
Disebutkan bahwa negara-negara yang tergabung dalam Tim Penyelidikan Bersama telah sepakat untuk memperpanjang penyelidikan hingga 9 bulan, yang berarti akan berlangsung hingga Agustus 2015 mendatang. Negara-negara tersebut termasuk Malaysia, Belanda, Belgia, Ukraina dan Australia.
"Australia terus mendorong komunitas internasional untuk tetap fokus pada penemuan, peradilan dan hukuman terhadap pelaku serangan pengecut ini," tandas Keenan.
Pesawat MH17 ditembak jatuh saat melintas di wilayah konflik Ukraina timur pada 17 Juli lalu. Pesawat yang mengangkut 295 orang itu lepas landas dari Bandara Schiphol di Belanda beberapa jam sebelum ditembak jatuh.
Sebelumnya, rute ini memang merupakan rute favorit karena lebih pendek dan karenanya lebih murah. Pesawat jenis jet ini tengah berada pada ketinggian 33 ribu kaki ketika menghilang dari layar radar saat mendekati perbatasan Rusia.
(ita/ita)











































