Marco Vallisa diculik pada 5 Juli lalu di kota Zuwara bersama dua pekerja lainnya dari Macedonia dan Bosnia. Kedua pekerja lainnya itu telah dibebaskan beberapa hari setelah penculikan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Italia menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (13/11/2014), Vallisa kini tengah dalam perjalanan pulang ke Italia. Namun kementerian tidak menjelaskan bagaimana pria itu dibebaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan ini, insiden penculikan mengalami peningkatan di Libya. Mereka yang diculik termasuk para diplomat, warga asing dan warga Libya sendiri. Penculikan-penculikan ini terjadi di tengah konflik yang terus mendera negeri itu.
Tiga tahun setelah kejatuhan rezim Muammar Khadafi, Libya terus berada dalam konflik antar faksi-faksi bersenjata yang berebut kekuasaan dan kendali atas wilayah negeri kaya minyak itu.
Sebuah faksi berhasil menguasai ibukota Tripoli dan membentuk pemerintahan dan parlemennya sendiri. Hal ini memaksa parlemen terpilih dan pemerintahan Perdana Menteri Abdullah al-Thinni untuk mundur dari Tripoli dan beroperasi di Tobruk.
Banyak kedutaan dan staf kedutaan telah ditarik dari Tripoli menyusul baku tembak yang kerap terjadi di ibukota Libya itu.
(ita/ita)











































