Menurut saksi mata seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (13/11/2014), ledakan bom tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah gedung dan toko. Namun belum jelas apakah Kedutaan Mesir juga terkena ledakan.
Belum ada keterangan apakah kedutaan tersebut telah menjadi target pengeboman ini. Juga belum jelas apakah ada para staf di dalam kedutaan saat kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga tahun setelah kejatuhan rezim Muammar Khadafi, Libya terus berada dalam konflik antar faksi-faksi bersenjata yang berebut kekuasaan dan kendali atas wilayah negeri kaya minyak itu.
Sebuah faksi berhasil menguasai ibukota Tripoli dan membentuk pemerintahan dan parlemennya sendiri. Hal ini memaksa parlemen terpilih dan pemerintahan Perdana Menteri Abdullah al-Thinni untuk mundur dari Tripoli dan beroperasi di Tobruk.
Banyak kedutaan dan staf kedutaan telah ditarik dari Tripoli menyusul baku tembak yang kerap terjadi di ibukota Libya itu.
(ita/ita)











































