Ledakan mengguncang kota Arish, Sinai bagian utara pada Selasa (11/11) tengah malam. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (12/11/2014).
Arish merupakan wilayah stabil yang menjadi lokasi militer Mesir menggelar operasi penggerebekan terhadap militan, yang diyakini bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 33 tentara Mesir, bulan lalu.
Belum ada ada pihak atau kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom mobil ini.
Sumber keamanan setempat menuturkan, kepolisian dan tentara setempat tengah mengevakuasi warga di sekitar lokasi, setelah keberadaan mobil curian di sekitar lokasi memicu kecurigaan.
Sebagian wilayah Sinai bagian utara berada di bawah aturan darurat semenjak dua serangan menargetkan polisi dan tentara Mesir terjadi pada 24 Oktober lalu.
Militer Mesir juga mulai mengusir warga yang tinggal di dekat perbatasan, karena mereka mulai membangun zona aman sejauh 500 meter dari Jalur Gaza. Namun keputusan tersebut memicu kemarahan warga perbatasan, yang mengaku selama ini selalu diabaikan oleh otoritas Mesir.
Wilayah Sinai yang terpencil namun strategis ini menjadi perbatasan dengan wilayah Israel, Gaza dan Terusan Suez.
Insiden ini terjadi selang beberapa hari setelah militan Ansar Bayt al-Maqdis, yang dikenal sebagai militan paling aktif di Mesir, menyatakan sumpah setia terhadap militan ISIS yang kini merajalela di Irak dan Suriah.
(nvc/ita)











































