Para wanita tersebut jatuh sakit pada Senin, 10 November waktu setempat setelah menjalani tubektomi laparoskopi di fasilitas yang dinamai kamp keluarga berencana di sebuah desa.
Kamp-kamp tersebut didirikan di Chhattisgarh dan negara-negara bagian India lainnya, sebagai bagian dari kampanye jangka panjang untuk mengendalikan lonjakan populasi India.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian disampaikan kepala petugas medis Bilaspur, R.K. Bhange seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (11/11/2014).
Penyebab kematian delapan wanita tersebut belum diketahui pasti. Dikatakan Bhange, sebelum meninggal, mereka muntah-muntah.
Atas kejadian ini, pejabat-pejabat kesehatan senior negara bagian tersebut telah dikirimkan ke lokasi untuk menyelidikinya.
"Sejauh ini, pemerintah tidak menemukan adanya bukti kelalaian," tutur Bhange. Menurutnya, dokter-dokter pemerintah yang melakukan operasi tersebut berpengalaman dalam prosedur sterilisasi.
Kematian akibat sterilisasi bukanlah masalah baru di India. Menurut data pemerintah, lebih dari empat juta sterilisasi dilakukan sepanjang tahun 2013-2014. Antara tahun 2009 dan 2012, pemerintah India membayar kompensasi atas 568 kematian akibat sterilisasi.
(ita/ita)











































