Perangi ISIS, Puluhan Tentara AS Dikerahkan ke Provinsi Anbar Irak

Perangi ISIS, Puluhan Tentara AS Dikerahkan ke Provinsi Anbar Irak

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2014 16:13 WIB
Perangi ISIS, Puluhan Tentara AS Dikerahkan ke Provinsi Anbar Irak
Ilustrasi
Baghdad -

Amerika Serikat mengerahkan satu tim yang terdiri atas 50 tentaranya ke pangkalan udara di Provinsi Anbar, Irak. Pengerahan ini guna menetapkan kerangka dasar untuk misi menjadi penasihat dalam operasi militer melawan militan ISIS.

Pekan lalu, pemerintahan Presiden AS Barack Obama mengumumkan soal pengerahan 1.500 personel militer AS ke Irak. Dengan pengerahan tersebut, maka jumlah tentara AS bertambah dua kali lipat seiring perluasan misi dan mulai melatih tentara Irak.

Keputusan tersebut memperluas kampanye dan distribusi tentara secara geografis. Termasuk pengerahan pertama tim penasihat militer AS ke Provinsi Anbar, Irak yang sebagian besar dikuasai ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai bagian dari rencana ini, kelompok kecil tentara AS akan melakukan survei di lapangan tentang fasilitas yang diperlukan di masa mendatang untuk pangkalan udara Ain al-Asad, yang merupakan pangkalan udara terbesar di Anbar.

"Saya bisa memastikan bahwa sekitar 50 personel militer AS mengunjungi al-Asad (pangkalan udara)," ujar juru bicara Komando Pusat Militer AS, Kolonel Patrick Ryder, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/11/2014).

Ryder membantah bahwa pengerahan tentara AS ke Irak tersebut untuk mempersenjatai etnis dan suku di wilayah tersebut. Namun dia mengakui bahwa tentara AS yang dikerahkan ke lapangan tersebut, juga bersiap untuk mempertahankan diri sendiri.

Melihat ancaman besar yang dipicu ISIS di wilayah Irak, pemerintahan Obama akhirnya mengirimkan tentara AS non-tempur kembali ke wilayah Irak, setelah penarikan seluruh tentara AS dari wilayah negeri itu pada tahun 2011 lalu.

Pengerahan tentara ini bukan untuk bertempur langsung melawan ISIS di lapangan. Namun lebih kepada misi penasihat militer serta memberi pelatihan militer bagi tentara Irak. AS berharap pelatihan militer bisa segera dimulai dalam beberapa bulan mendatang.

(nvc/ita)


Berita Terkait