Pernyataan itu memicu kemarahan keluarga penumpang. Pernyataan Direktur Komersial Malaysia Airlines, Hugh Dunleavy semakin memperparah hubungan antara pihak maskapai dengan keluarga penumpang yang sebelumnya sudah memanas.
Kepada surat kabar Selandia Baru yang terbit 4 November lalu, Dunleavy mengatakan, keluarga penumpang akan mendapatkan kompensasi begitu pihaknya menyatakan secara resmi pesawat MAS MH370 hilang. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (11/11/2014).
Surat kabar tersebut menambahkan, Australia dan Malaysia akan menyatakan secara resmi pesawat tersebut hilang pada akhir tahun 2014. Dengan pengumuman ini, berarti secara efektif operasi pencarian bawah laut akan dihentikan.
Pada 10 November, kelompok aktivis keluarga penumpang MH370, yang menamakan diri sebagai Voice 370 merilis pernyataan yang isinya mengecam Dunleavy.
"Deklarasi secara sepihak mendatangkan penderitaan mendalam dan kebingungan bagi keluarga penumpang dan membuat kami kehilangan kepercayaan pada upaya pencarian," demikian pernyataan mereka.
Beberapa saat setelahnya, pihak Malaysia Airlines memberikan keterangan resmi yang menyebut bahwa pernyataan Dunleavy merupakan pendapat pribadi. MAS juga menyatakan, hanya Joint Agency Coordination Centre (JACC) yang berhak memberikan pernyataan seputar perkembangan terbaru dalam operasi pencarian MH370.
"Australia terus berlanjut memimpin upaya pencarian MH370 atas nama Malaysia dan tetap berkomitmen untuk memberikan semua bantuan yang diperlukan dalam pencarian pesawat tersebut," demikian pernyataan JACC.
Dalam pernyataannya, JACC menyebut pernyataan Dunleavy sangat mengganggu bagi keluarga penumpang.
MH370 hilang kontak dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Beijing, China pada 8 Maret lalu. Pesawat tersebut membawa total 239 penumpang dan awak.
(nvc/ita)











































