Wanita Kanada-Israel Bergabung Pasukan Kurdi Melawan ISIS

Wanita Kanada-Israel Bergabung Pasukan Kurdi Melawan ISIS

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2014 12:38 WIB
Wanita Kanada-Israel Bergabung Pasukan Kurdi Melawan ISIS
Ilustrasi (AFP/Getty Images)
Yerusalem -

Seorang wanita kelahiran Kanada yang bermigrasi ke Israel dilaporkan ikut pertempuran melawan ISIS. Wanita ini bergabung dengan pasukan Kurdi yang tengah bertempur melawan ISIS di Suriah.

Kementerian Luar Negeri Kanada mengaku telah mengetahui informasi mengenai hal tersebut. "Kami mengetahui laporan bahwa seorang warga Kanada telah bergabung dengan pasukan Kurdi," jawab Kementerian Luar Negeri Kanada, seperti dilansir Reuters, Selasa (11/11/2014).

Sementara media Israel, Israel Radio melaporkan, wanita berusia 31 tahun ini merupakan warga Tel Aviv dan sempat bergabung dengan militer Israel begitu pindah ke negara tersebut. Sayang, tidak disebut namanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Israel Radio, wanita ini menghubungi pasukan Kurdi via internet, sebelum akhirnya terbang ke Irak untuk ikut pelatihan di salah satu kamp pasukan Kurdi di perbatasan Suriah.

"Mereka saudara kita. Mereka orang baik. Mereka cinta kehidupan, sama seperti kita, sungguh," tutur wanita tersebut kepada Israel Radio.

Dilaporkan Israel Radio, wanita ini tengah bersiap untuk masuk ke medan pertempuran di Suriah bagian utara, tempat pasukan Kurdi yang sebagian besar wanita, terus berusaha mengusir militan ISIS dari kota perbatasan Kobane.

Wanita ini, menurut Israel Radio, mengaku dirinya bisa memberikan kontribusi melalui pengalamannya bergabung dengan militer Israel. Tidak disebut berapa lama dia bergabung dengan militer Israel.

Selama ini Israel selalu menjaga jarak dengan etnis Kurdi, baik terkait militer, intelijen maupun urusan bisnis. Kurdi yang merupakan etnis minoritas ini, seringkali menjadi tumpuan melawan musuh negara-negara Arab. Kurdi banyak terdapat di negara Arab dan Timur Tengah seperti Suriah, Irak, Turki dan Iran.

Sedangkan Israel sendiri melakukan pelacakan terhadap warganya yang diketahui pernah bergabung dalam pertempuran melawan ISIS maupun militan lain di Suriah. Hal ini demi menghindari melebarnya konflik Suriah ke wilayahnya.

Israel memberlakukan larangan bagi setiap warganya untuk bepergian ke negara-negara musuh, termasuk Suriah dan Irak. Ketika ditanya oleh Reuters, apakah wanita ini akan diadili jika dia pulang ke Israel, otoritas Israel enggan berkomentar.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads