Akhir-akhir ini, serangan brutal seakan merajalela terhadap warga Israel. Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu berjanji akan menghancurkan setiap teror yang ditargetkan kepada seluruh warga dan negaranya.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (11/11/2014), pria Israel yang ditikam di sebuah stasiun kereta di Tel Aviv, akhirnya tewas setelah dirawat di rumah sakit akibat luka parah yang dideritanya. Belakangan terungkap bahwa pria ini merupakan tentara Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jam kemudian, serangan lain terjadi di dekat permukiman Yahudi, Alon Shvut, Tepi Barat. Seorang warga Palestina menikam seorang wanita Israel hingga tewas, sedangkan dua orang lainnya luka-luka.
Pelaku penikaman berhasil ditembak oleh polisi hingga luka-luka. Militan Islamic Jihad mengklaim pelaku yang tidak disebut namanya sebagai anggotanya. Sedangkan pejabat keamanan Israel menuturkan, pelaku pernah dipenjara antara tahun 2000 hingga 2005 terkait serangan bom molotov.
Kedua serangan ini terjadi selang 5 hari setelah insiden seorang warga Palestina menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan warga Israel di Yerusalem. Insiden tersebut menewaskan 2 warga Israel, sedangkan pelaku ditembak mati polisi.
Akhir-akhir ini, ketegangan semakin menjadi antara Israel dan Palestina, terutama setelah bentrokan pecah di kompleks Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina melakukan aksi protes dengan melemparkan batu ke arah polisi Israel yang menjaga kompleks tersebut.
Pada Kamis (30/10), Israel menutup akses ke kompleks masjid ternama tersebut, dengan alasan keamanan. Penutupan tersebut menuai kecaman dari banyak pihak. Bahkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut penutupan tersebut sebagai deklarasi perang.
(nvc/asp)










































