Seperti dilansir Reuters, Selasa (11/11/2014), parlemen Inggris memberikan persetujuan untuk dilakukannya serangan udaara ke wilayah Iraq pada bulan September silam. Pihak Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan Reaper drone telah mengambil bagian dalam rangkaian misi serangan yang dilakukan di Bayji, Bagdhad sebelah utara.
Itu merupakan serangan pertama yang dilakukan drone asal Inggris. Sebelumnya drone tersebut disebutkan hanya ditugaskan untuk membawa sejumlah informasi intelijen yang berguna bagi koalisi anti ISIS yang dipimpin oleh AS dan beranggotakan sejumlah negara-negara Arab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koalisi yang dipimpin AS mulai memerangi ISIS secara frontal. Dan pada akhir pekan kemarin sedikitnya 23 serangan udara di Suriah dan 18 di Irak diluncurkan.
(fjr/fjp)











































