Otorita China selama ini menyalahkan kelompok militan Gerakan Islami Turkistan Timur atas serangkaian serangan di Xinjiang, yang dihuni warga muslim Uighur.
China, satu-satunya sekutu utama Pakistan di wilayah tersebut, telah sejak lama menyerukan Islamabad untuk memberantas apa yang disebut China sebagai militan-militan dari Xinjiang. Para militan itu bersembunyi di wilayah-wilayah kesukuan Pakistan, yang juga merupakan basis kelompok militan lainnya, termasuk Taliban dan Al-Qaeda.
Ratusan orang telah tewas dalam berbagai kekerasan di Xinjiang dalam dua tahun terakhir ini. Menurut para aktivis, kendali China atas agama dan budaya rakyat Uighur lebih sebagai pemicu kekerasan tersebut. Jadi bukan karena kelompok-kelompok militan yang terorganisir.
Dalam pertemuan dengan Presiden Xi, PM Sharif mengatakan, negaranya akan "terus berupaya sekuat tenaga untuk memerangi teroris Gerakan Islamis Turkistan Timur," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri China dalam statemennya usai pertemuan kedua pemimpin negara tersebut di Beijing.
Dikatakan Sharif seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/11/2014), Pakistan juga akan meningkatkan koordinasi dengan China terkait Afghanistan untuk bersama-sama memelihara perdamaian dan stabilitas regional.
(ita/ita)











































