Wanita yang enggan disebut namanya ini, menuturkan kepada media Inggris, Channel 4 News, Selasa (4/11/2014), dirinya berpacaran dengan Jutting selama 2 bulan. Dia mengaku bertemu lulusan Universitas Cambridge, Inggris itu pada Juli lalu di bar tempatnya bekerja.
Dalam wawancara via telepon dengan Channel 4 News, wanita ini menyebut Jutting sebagai sosok yang selalu baik terhadapnya. Namun, lanjutnya, Jutting juga sosok perfeksionis dan tegas.
"Dia orang yang sangat baik terhadap saya, karena saya pacarnya," ucapnya.
"Dia selalu tegas dengan orang lain. Saya mengerti itu karena dia dari keluarga berpendidikan. Kami sering bertemu setiap Jumat, setelah pulang kerja. Setiap kami bertemu, dia selalu stres karena pekerjaan. Dia memberitahu saya bahwa dia memiliki masalah keuangan dan sejumlah masalah lain," jelas wanita ini.
Wanita ini menambahkan, Jutting juga pernah curhat soal keinginannya bunuh diri kepadanya. "Oktober lalu, dia memberitahu saya dia mencoba bunuh diri," ungkapnya.
"Saya pikir dia mencoba bunuh diri karena tertekan dengan pekerjaannya. Dia depresi," tutur wanita ini.
Atas kasus pembunuhan dan mutilasi yang menjerat Jutting, wanita ini mengaku sangat kaget. "Ketika saya pertama mendengar beritanya, saya tidak percaya. Saya tidak pernah berpikir dia bisa melakukannya. Dia orang yang baik," sebutnya.
(nvc/ita)











































