Serangan udara militer Suriah terhadap pemberontak menewaskan sedikitnya 221 warga sipil dalam waktu 10 hari terakhir. Dari jumlah tersebut, sepertiganya merupakan anak-anak.
Organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights menuturkan, militer rezim Presiden Bashar al-Assad kian meningkatkan serangan terhadap pemberontak Suriah, yang dianggap dalam posisi diuntungkan dengan adanya serangan udara Amerika Serikat dan koalisi terhadap ISIS.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (31/10/2014), militer Suriah tercatat telah melancarkan sedikitnya 769 serangan sejak 20 Oktober lalu, termasuk serangan bom barel di sejumlah wilayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan militer Suriah tersebut menargetkan wilayah Homs, Deir al-Zor yang ada di pusat Suriah, kemudian juga wilayah padat penduduk seperti Latakia, Quneitra, Hama, Aleppo, Idlib dan Deraa, serta Damaskus.
"Syrian Observatory for Human Rights mengecam terus bungkamnya komunitas internasional atas pembantaian yang dilakukan setiap hari oleh rezim Bashar al-Assad terhadap rakyat Suriah," demikian pernyataan Observatory.
Militer Suriah mulai meningkatkan serangan secara drastis semenjak pasukan AS dan koalisi mulai membombardir ISIS di negara tersebut, bulan lalu. Meski dilakukan tanpa koordinasi, pemerintah Suriah tidak mengajukan keberatan atas kampanye udara AS tersebut.
(nvc/ita)











































