Pergi Bersepeda, Perawat AS Langgar Aturan Karantina Terkait Ebola

Pergi Bersepeda, Perawat AS Langgar Aturan Karantina Terkait Ebola

- detikNews
Jumat, 31 Okt 2014 15:41 WIB
Pergi Bersepeda, Perawat AS Langgar Aturan Karantina Terkait Ebola
Getty Images
Maine, - Seorang perawat di Maine, Amerika Serikat yang telah merawat para pasien Ebola di Sierra Leone, namun tidak tertular penyakit mematikan itu, pergi mengendarai sepeda. Padahal sesuai aturan pemerintah setempat, wanita itu seharusnya dikarantina di rumahnya, meski negatif virus Ebola.

Kaci Hickox meninggalkan rumahnya di kota kecil Fort Kent, Maine dan pergi bersepeda bersama kekasihnya, Ted Wilbur. "Hari yang indah untuk bersepeda," ujar perawat berumur 33 tahun seperti dikutip media lokal dan dilansir Reuters, Jumat (31/10/2014).

Sebelumnya, Hickox telah mengancam akan menuntut pemerintah setempat jika dirinya tetap harus dikarantina, meski tidak menunjukkan gejala-gejala terjangkit Ebola. Hickox baru kembali dari Sierra Leone, usai bekerja untuk organisasi Doctors Without Borders dalam merawat para pasien Ebola di negara Afrika Barat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah negara bagian AS telah mengeluarkan aturan karantina bagi para dokter dan perawat yang kembali dari negara-negara Afrika Barat yang dilanda Ebola.

Salah seorang pengacara Hickox, Norman Siegel, membela keputusan kliennya untuk pergi bersepeda. Ditekankannya, kliennya itu tetap menghindari pusat kota agar tidak membuat orang-orang ketakutan.

"Karena tidak ada perintah pengadilan, dia bisa muncul di publik," cetus Siegel. "Bahkan kalaupun orang-orang tak setuju dengan sikapnya, saya harap mereka menghormati fakta bahwa dia mempertimbangkan ketakutan tersebut, yang didasarkan pada kesalahan informasi mengenai cara penularan penyakit ini," imbuh Siegel.

Para pakar medis bersikeras bahwa Ebola tidak mudah tertular dan menyebar lewat kontak langsung dengan cairan tubuh dari penderita Ebola. Jadi tidak ditularkan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala Ebola. Ebola juga diyakini tidak menular lewat udara.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads