Demo ini terjadi karena demonstran ingin menolak rencana presiden Blaise Compaore untuk kembali mencalonkan diri. Presiden yang berkuasa usai kudeta pada tahun 1987 itu, telah memenangi beberapa kali pemilihan presiden. Kini, dia bermaksud mengubah konstitusi sehingga dirinya bisa kembali mencalonkan diri.
Burkina Faso merupakan sekutu penting Amerika Serikat di Afrika Barat dalam perang melawan para militan terkait Al-Qaeda di wilayah tersebut.
Bagaimana penampakan aksi brutal tersebut? Berikut foto-fotonya:
Asap Membubung Tinggi
|
AFP via Getty Images
|
Polisi menembakkan gas air mata kepada para demonstran untuk bergerak menuju gedung National Assembly. Namun ternyata itu tak berhasil. Barikade polisi berhasil ditembus.
Mobil Dibakar
|
AFP via Getty Images
|
Parlemen negara tersebut semula akan melakukan voting pada hari Kamis kemarin untuk memutuskan soal perlunya referendum guna memungkinkan amandemen konstitusi yang memungkinkan presiden Burkina Faso maju kembali.
"Kami melakukan ini karena Blaise mencoba untuk bertahan terlalu lama. Kami capek menghadapi dia," cetus Seydou Kabre, seorang demonstran yang ikut bergerak menuju kantor PM.
Pendemo Menerobos Masuk ke Parlemen
|
AFP via Getty Images
|
Total ada sekitar 1,500 yang masuk ke area parlemen tersebut. Jumlah polisi yang berjaga tak cukup banyak untuk bisa menghalau massa.
Tak Takut Polisi
|
AFP via Getty Images
|
"Kami ingin perubahan. Dia harus pergi!" seru salah seorang pendemo seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (30/10/2014).
Semula aparat polisi sempat berupaya untuk membubarkan massa dengan melepas tembakan ke udara. Namun menurut saksi mata, melihat massa yang kian membludak, polisi pun terpaksa mundur.
30 Orang Tewas
|
AFP via Getty Images
|
Demikian disampaikan tokoh oposisi terkemuka Benewende Sankara seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (31/10/2014).
Namun belum jelas apakah para korban tersebut terkait kerusuhan di berbagai wilayah negara tersebut atau hanya di ibukota Ouagadougou, ketika para demonstran menyerbu dan membakar gedung parlemen. Aksi ini sebagai luapan kemarahan para demonstran atas rencana Presiden Blaise Compaore untuk kembali mencalonkan diri. Blaise telah berkuasa selama 27 tahun.
Halaman 2 dari 6











































