ISIS menculik anak-anak berusia 13-14 tahun dari kota Kobane, Suriah, ketika mereka baru pulang usai mengikuti ujian sekolah di Aleppo. Pembebasan anak-anak tersebut dilakukan secara bertahap.
"Benar. Mereka dibebaskan dari Minbij (kota di Suriah) hari ini (29/10). Ini merupakan tahapan terakhir pembebasan mereka," ujar Wakil Menteri Luar Negeri wilayah Kobane, Idris Nassan kepada Reuters, Kamis (30/10/2014).
Nassan mengaku tak tahu alasan pembebasan anak-anak ini. Namun dia menduga, ini merupakan bagian dari propaganda ISIS.
Pada Juli lalu, organisasi HAM berbasis di New York, Human Rights Watch (HRW) menyatakan, sebanyak 15 anak dibebaskan sebagai pertukaran dengan pembebasan tiga anggota ISIS yang ditahan pasukan Kurdi.
Dalam kasus yang sama, ada dua bocah laki-laki yang berhasil melarikan diri dari ISIS. Menurut HRW, anak-anak tersebut mengaku dipaksa belajar ideologi jihad saat disandera ISIS.
Keterangan yang sama disampaikan oleh organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights. Menurut mereka, ada lima anak lainnya yang dibebaskan secara bertahap selama beberapa hari, sebelum akhirnya 25 anak terakhir dibebaskan ISIS.
(nvc/ita)











































