Aktivis Israel terkena tembakan saat berada di Yerusalem. Aktivis ini tengah menghadiri konferensi kampanye agar warga Yahudi diperbolehkan berdoa di Old City, yang merupakan lokasi sakral bagi umat Yahudi maupun muslim.
Kepolisian Israel, seperti dilansir Reuters, Kamis (30/10/2014), menuturkan bahwa seorang pria bersenjata menembak pria Yahudi tersebut, sambil mengendarai motor. Tembakan tersebut mengenai bagian dada dan perut korban.
Direktur Shaarei Tzedek Hospital, Jonathan Halevy mengatakan, pria berusia 50 tahun tersebut mengalami luka serius, namun kini dalam kondisi stabil. Korban telah menjalani operasi atas luka tembak yang dideritanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota parlemen ternama Israel, Moshe Feiglin menyebut Glick ditembak usai menghadiri konferensi berjudul "Kembalinya Israel ke Temple Mount". Feiglin mengaku dirinya melihat langsung Glick ditembak dari jarak dekat.
"Apa yang terjadi malam ini merupakan percobaan pembunuhan terhadap kepala organisasi kami, Yehuda Glick," tutur Feiglin.
"Ini merupakan insiden yang sangat serius. Kami akan menahan mereka yang bertanggung jawab," ucap Walikota Yerusalem, Nir Barkat.
Belum diketahui pihak tertentu atau pelaku di balik penembakan ini. Namun Feiglin menuturkan, pria bersenjata tersebut sempat berbicara dengan Glick dalam bahasa Arab beraksen Ibrani, sebelum melepas tembakan.
(nvc/ita)










































