Bantu Lawan ISIS, Pasukan Kurdi dari Irak Dikerahkan ke Kobane Suriah

Bantu Lawan ISIS, Pasukan Kurdi dari Irak Dikerahkan ke Kobane Suriah

- detikNews
Rabu, 29 Okt 2014 16:05 WIB
Bantu Lawan ISIS, Pasukan Kurdi dari Irak Dikerahkan ke Kobane Suriah
Ilustrasi (AFP/Getty Images)
Damaskus -

Pejuang Kurdi dari Irak akhirnya tiba di wilayah Turki, untuk kemudian dikerahkan ke kota perbatasan Kobane, Suriah. Pasukan ini akan membantu perjuangan pasukan Kurdi Suriah melawan militan kelompok radikal ISIS di wilayah tersebut.

Dilaporkan koresponden Reuters, Rabu (29/10/2014), pasukan ini tiba di Sanliurfa dengan menumpang pesawat Turkish Airlines pada dini hari. Konvoi bus warna putih yang dikawal mobil jeep dan mobil polisi terlihat meninggalkan bandara, beberapa saat setelahnya.

Kobane yang berada di perbatasan Suriah dengan Turki, memang sudah sebulan terakhir menjadi lokasi bentrokan ISIS dengan pasukan Kurdi di Suriah. ISIS berniat menguasai kota strategis tersebut. Pasukan AS dan koalisi pun terus melancarkan serangan di kota tersebut untuk membantu mengusir ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka akan berada di kota kami, hari ini," tutur anggota Dewan Nasional Kurdi Suriah di Kobane, Adham Basho. Dalam pernyataannya, Basho membenarkan sekitar 90-100 pasukan Kurdi datang dari Irak, untuk membantu mereka.

Pertempuran di kota Kobane terus berlangsung selama lebih dari sebulan terakhir, dan telah menewaskan ratusan orang. ISIS terus mengancam akan membunuh pasukan dan warga yang berusaha mempertahankan Kobane. Akibatnya ratusan ribu warga Kurdi di Suriah, terpaksa melarikan ke Turki.

Wakil pemimpin Syrian Kurdish Democratic Union Party (PYD), Saleh Moslem menuturkan, akan ada sekitar 150 pasukan Kurdi Irak yang akan dikerahkan ke Kobane. Rombongan terpisah akan menyeberang perbatasan Turki via darat.

"Kami menganjurkan dan membahas kemungkinan pasukan Kurdi melintasi perbatasan dan memfasilitasinya. Ini merupakan satu komponen. Ini tentu menjadi hal yang kami rasa akan berdampak dan penting untuk memiliki mitra di lapangan untuk bekerja sama," tandas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads