Baru Pulang dari Senegal, 2 Bocah AS Dipanggil 'Ebola' dan Di-bully

Baru Pulang dari Senegal, 2 Bocah AS Dipanggil 'Ebola' dan Di-bully

- detikNews
Rabu, 29 Okt 2014 14:31 WIB
Baru Pulang dari Senegal, 2 Bocah AS Dipanggil Ebola dan Di-bully
CNN
New York, -

Dua anak di Bronx, New York, Amerika Serikat diserang dan di-bully teman-temannya gara-gara Ebola. Keduanya diejek dan dipanggil 'Ebola' karena baru pulang dari Senegal, Afrika.

Seperti dilansir CNN, Rabu (29/10/2014), Departemen Pendidikan New York membenarkan insiden tersebut memang terjadi. Menurut Departemen Pendidikan, kedua bocah laki-laki tersebut didorong hingga jatuh.

Menurut Ousmane Drame, ayah kedua bocah tersebut, kedua anaknya sangat marah atas insiden tersebut, sehingga mereka ingin pulang ke Afrika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka diejek oleh anak-anak lain yang berteriak, 'Ebola. Ebola. Ebola. Afrika. Afrika. Afrika.'," tutur Drame.

Charles Cooper dari kelompok advokasi setempat, African Advisory Council menjelaskan, insiden tersebut terjadi ketika jam makan siang. Salah satu bocah tersebut ditimpa oleh salah satu temannya yang memanggilnya 'Ebola'.

Ketika kakak laki-lakinya berusaha menengahi, dia malah ikut diserang. Sang ayah, Drame menambahkan, anak-anak lain menolak untuk bermain dengan anak-anaknya.

"Kami tidak ingin bermain dengan kalian. Kalian punya Ebola. Kamu duduk. ... Mereka tidak ingin bermain dengan mereka. Tidak ada yang mendekati mereka," tutur Drame mengutip perkataan salah satu anak yang mem-bully putranya.

"Kami tidak akan mentolerir adanya intimidasi atau bullying terhadap siswa kami," tegas pemimpih otoritas sekolah NYC, Carmen Farina dalam pernyataannya.

Farina menambahkan, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut insiden ini. Dikatakannya, dia mengirimkan staf khusus untuk menengahi pihak-pihak yang terlibat insiden ini.

Kedua bocah tersebut, menurut ayahnya, lahir di AS. Keduanya baru saja kembali usai bepergian ke Senegal. Negara tersebut tercatat hanya memiliki 1 kasus Ebola dan pada 17 Oktober lalu, WHO menyatakan Senegal bebas dari Ebola.

"Mereka ingin sekolah. Saya perlu mencarikan sekolah baru," tandas Drame.

(nvc/ita)


Berita Terkait