Dilansir Reuters, Selasa (28/10/2014), bom bunuh diri terjadi Senin (27/10) waktu setempat. Berdasarkan keterangan dari tentara dan pihak kepolisian, penyerang mengendarai mobil Humvee yang dilengkapi bahan peledak. Kemungkinan mobil itu adalah hasil curian dari pasukan yang mengalami kekalahan.
Insiden ini juga melukai 60 orang militas Syiah yang telah membantu pemerintah merebut kembali kota Jurf al-Sakhar itu. Keamanan di Irak memang ditingkatkan jelang persiapan kaum Syiah untuk festival keagamaan Asyura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum ini, pihak kepolisian mengatakan 15 orang meninggal dalam aksi pengeboman dalam sebuah mobil di pusat kota Baghdad. Aksi ini dilakukan di jalan yang dipenuhi pertokoan dan restoran di distrik Karrada, Baghdad. Wilayah ini dikenal sebagai rumah kedua para kaum Sunni, Syiah dan beberapa kelompok etnik Irak.
(bil/fdn)











































