"Sebanyak 17 orang tewas dibunuh oleh penjahat setelah serangan pada Kamis (23/10) terhadap warga Ndongo," terang kepala pemerintah setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (27/10/2014).
"Kami menguburkan jasad korban di Mafa, pada Jumat (24/10)," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tujuannya, untuk menjamin pembebasan 200 siswa yang masih disandera Boko Haram. Namun beberapa pihak menilai, tidak mungkin gencatan senjata tercapai dengan Boko Haram yang memiliki banyak faksi.
Perundingan dilakukan di ibukota N'Djamena, Chad, antara pemerintah Nigeria dengan perwakilan Boko Haram. Diplomat Chad menuturkan kepada Reuters, kesepakatan bisa dicapai jika faksi yang mewakili perundingan ini memiliki kendali besar atas para pelajar putri yang disandera.
Namun dengan terus berlanjutnya aksi pembunuhan dan penculikan, semakin meningkatkan keraguan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut bisa berlangsung permanen. Pekan lalu, sebanyak 30 anak laki-laki dan anak perempuan diculik Boko Haram.
(nvc/mad)










































