Setidaknya 130 orang tewas dalam 10 hari terakhir selama baku tembak di Benghazi, kota terbesar kedua di Libya tersebut. Demikian disampaikan pejabat-pejabat militer Libya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (27/10/2014).
Baku tembak itu terjadi antara militer dan kelompok Ansar al-Sharia, yang oleh Washington dituding mendalangi serangan terhadap konsulat AS di Benghazi pada tahun 2012, yang menewaskan duta besar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasca tergulingnya diktator Muammar Khadafi, Libya kini terpecah antara suku-suku yang berseteru dan faksi-faksi politik, dengan dua kubu pemerintahan berebut untuk meraih legitimasi sejak kelompok bersenjata dari kota Misrata menduduki ibukota Tripoli pada Agustus lalu. Hal ini memaksa pemerintahan Perdana Menteri Libya, Abdullah al-Thinni yang diakui internasional, pindah ke wilayah timur.
Negara-negara Barat dan tetangga Libya mengkhawatirkan konflik ini akan menyeret negeri kaya minyak itu ke perang saudara.
Hingga saat ini ketegangan terus meningkat di Benghazi dan kota-kota lain di Libya dikarenakan militer tak bisa mengendalikan para milisi, yang kadang dipersenjatai lebih lengkap.
(ita/ita)











































