Anak Tunggalnya Disekap ISIS, Wanita AS: Apa Lagi yang Bisa Kami Lakukan?

Anak Tunggalnya Disekap ISIS, Wanita AS: Apa Lagi yang Bisa Kami Lakukan?

- detikNews
Sabtu, 25 Okt 2014 15:38 WIB
Anak Tunggalnya Disekap ISIS, Wanita AS: Apa Lagi yang Bisa Kami Lakukan?
militan ISIS (AFP)
Washington, - Seorang warga Amerika Serikat, Abdul Rahman Kassig disandera kelompok radikal ISIS di Suriah. Sang ibu terus mencoba menghubungi ISIS, namun belum juga mendapatkan respons.

"Kami telah mencoba menghubungi Anda langsung untuk memohon pengampunan bagi putra tunggal kami, Abdul Rahman Kassig dan belum mendapatkan respons apapun," ujar wanita bernama Paula Kassig asal Indianapolis, AS tersebut dalam postingannya di akun Twitter milik ISIS, seperti dilansir CNN, Sabtu (25/10/2014).

Paula pun meminta "instruksi" dari kelompok radikal Sunni tersebut demi pembebasan putranya. "Mohon beritahukan kami apa lagi yang bisa kami lakukan, sehingga Abdul Rahman bisa terus mengabdi dan menjalani hidupnya sesuai hukum Islam," demikian tweet Paula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keluarganya, Kassig telah disekap ISIS sejak ditahan pada Oktober 2013 lalu saat dalam perjalanan menuju Deir Ezzor, Suriah. Kassig yang dilahirkan dengan nama Peter, menjadi mualaf saat disandera ISIS dan dia pun kemudian menggunakan nama Abdul Rahman Kassig.

ISIS telah menebar teror dengan merilis video-video pemenggalan empat sanderanya -- dua jurnalis Amerika: James Foley dan Steven Sotloff serta dua pekerja kemanusiaan Inggris: David Haines dan Alan Henning. Dalam video yang memperlihatkan pembunuhan Henning, yang dirilis 3 Oktober lalu, ISIS mengancam akan membunuh Kassig.

Beberapa hari setelah ISIS mengancam Kassig, orangtuanya memohon ISIS untuk mengampuni dan membebaskan anak laki-laki semata wayang mereka. Ibu Kassig sebelumnya, telah meminta informasi mengenai putranya itu lewat tweet untuk pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

"Saya perempuan tua, dan Abdul Rahman satu-satunya anak saya," tulis Paula dalam tweet-nya.

"Suami saya dan saya sendirian, tanpa bantuan dari pemerintah. Kami ingin bicara dengan Anda. Bagaimana kami bisa menghubungi Anda?" demikian postingan Paula.

Hingga kini tidak diketahui keberadaan Kassig. Juga tidak jelas apakah kelompok militan ISIS telah menuntut uang tebusan untuk pembebasan Kassig. Namun sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat telah mempertegas soal kebijakan AS untuk tidak membayar uang tebusan kepada para teroris termasuk ISIS.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads