Peristiwa ini semakin menyoroti buruknya standar keselamatan di negara penghasil batu bara terbesar di dunia itu.
Kecelakaan itu terjadi di Urumqi, ibukota Xinjiang pada Jumat, 24 Oktober malam waktu setempat. Saat kejadian, sebanyak 33 pekerja berada di dalam tambang bawah tanah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Xinhua, sebelas pekerja tambang juga terluka dalam insiden itu. Enam orang lainnya luput tanpa mengalami luka-luka.
Belum diketahui penyebab runtuhnya tambang tersebut. Insiden tersebut tengah dalam penyelidikan.
Areal pertambangan di China dikenal paling mematikan di dunia karena lemahnya penegakan hukum atas standar keselamatan. Pada Juni lalu, 22 pekerja tewas dalam kecelakaan tambang batu bara di China barat daya.
Otoritas China berencana untuk menutup lebih dari 2 ribu tambang batu bara berskala kecil pada tahun 2015 mendatang. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memperbaiki keselamatan kerja dan menghentikan tambang-tambang yang kapasitasnya sudah jauh tertinggal.
(ita/ita)











































