Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (25/10/2014), banyak orang berpotensi tertular virus mematikan tersebut karena bocah itu sempat bepergian jauh.
Anak tersebut pergi bersama neneknya dengan menggunakan bus dari Guinea via Bamako, ibukota Mali menuju kota Kayes di Mali barat. Perjalanan tersebut menempuh jarak ratusan kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam statemen yang dirilis Jumat, 24 Oktober malam waktu setempat, pemerintah Mali mengkonfirmasi kematian anak yang tidak disebutkan namanya itu.
"Dalam momen dukacita ini, pemerintah ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya dan mengingatkan publik bahwa mempertahankan aturan kebersihan yang sangat ketat tetap merupakan cara terbaik untuk menanggulangi penyakit ini," demikian disampaikan.
Mali merupakan negara Afrika Barat keenam yang melaporkan kasus Ebola. Sebelumnya, Senegal dan Nigeria telah berhasil menangani wabah tersebut dan telah dinyatakan bebas dari Ebola. Sementara Spanyol dan Amerika Serikat telah melaporkan beberapa kasus Ebola.
Sejauh ini wabah Ebola telah menewaskan sekitar 4.900 orang, terutama di Liberia, Sierra Leone dan Guinea. Para pakar mengingatkan, puluhan ribu orang lainnya berisiko tertular penyakit ini.
(ita/ita)











































