Sedikitnya 25 orang tewas dalam peristiwa ledakan bom mobil di Semenanjung Sinai, Mesir. Serangan tersebut menyasar ke dua mobil lapis baja yang berhenti di dekat pos pengamanan.
Dilansir oleh Reuters, Jumat (24/10/2014) pejabat keamanan setempat justru memberi pernyataan bahwa ledakan itu berasal dari serangan granat roket. Presiden Abdel Fattah al-Sisi segera meminta Kementerian Pertahanan setempat untuk segera melakukan penyelidikan atas kasus yang ia sebut sebagai 'serangan teroris' ini.
Serangan ini merupakan yang terburuk sejak penggulingan Presiden Mursi setahun silam. Kala itu pasukan keamanan mendapat serangan dari pemberontak yang mencoba menggulingkan Presiden Mursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer Mesir telah mengambil kesimpulan mengenai peristiwa kekerasan yang terjadi di wilayah itu. Namun Departemen Keamanan Sinai mensinyalir adanya hubungan antara militan Mesir dengan kelompok militan di Iran dan Suriah.
(bpn/rmd)











































