Jet tempur Prancis terus melancarkan serangan terhadap militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Irak. Prancis mengklaim berhasil menghancurkan 12 gudang senjata di wilayah yang dikuasai ISIS tersebut.
"Malam ini, kami melakukan operasi besar di Irak," ujar kepala staf militer Prancis, Pierre de Villiers kepada radio Europe 1 dan dilansir Reuters, Jumat (24/10/2014).
"Kami menghancurkan gedung-gedung yang digunakan Daesh (nama lain ISIS) untuk memproduksi jebakan, bom, senjata untuk menyerang tentara Irak," imbuhnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun de Villiers tidak menyebut lebih jelas lokasi mana saja yang menjadi target serangan Prancis.
Prancis merupakan negara pertama yang bergabung dalam pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dalam melawan ISIS di Irak, yang dimulai sejak September. Serangan udara terhadap ISIS terus ditingkatkan sepanjang bulan ini.
Selain melancarkan serangan udara, Prancis juga menjalan misi kemanusian terhadap warga Irak yang terancam ISIS. Prancis juga memberikan pelatihan bagi tentara Irak dan mengirimkan perlengkapan bagi pasukan Kurdi yang memerangi ISIS.
Militer AS sebenarnya juga melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Suriah, namun Prancis tidak bergabung dengan misi tersebut. Prancis hanya menyatakan, akan membantu serangan udara terhadap ISIS di wilayah Irak saja.
(nvc/ita)











































