Dituding Jadi Mata-mata, Suami Istri Asal Kanada Ditahan di China

Dituding Jadi Mata-mata, Suami Istri Asal Kanada Ditahan di China

- detikNews
Jumat, 24 Okt 2014 15:48 WIB
Dituding Jadi Mata-mata, Suami Istri Asal Kanada Ditahan di China
Ilustrasi
Beijing -

Pasangan suami istri asal Kanada ditahan di China karena dituding menjadi mata-mata. Dilaporkan keduanya telah ditahan di dekat kamp isolasi setempat, selama lebih dari 80 hari.

Keduanya ditahan tanpa dakwaan apapun di fasilitas terpencil di Dandong, yang merupakan kota perbatasan dekat Korea Utara. Demikian disampaikan putra pasangan warga Kanada tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/10/2014).

Pelakuan terhadap dua warga Kanada ini mengganggu hubungan kedua negara, terutama menjelang kunjungan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper dalam rangka pertemuan multilateral di Beijing, bulan depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kevin dan Julia Garatt baru diperbolehkan saling bertemu pada saat sarapan, pekan lalu dan hanya sebentar. Pertemuan tersebut merupakan yang pertama terjadi semenjak keduanya sama-sama ditahan.

"Bukan kesehatan fisik mereka yang saya khawatirkan, tapi lebih ke kesehatan mental mereka," ucap putra keduanya, Simeon Garrat.

"Anda menempatkan siapa saja di situasi seperti ini, selama 80 hari, di mana Anda tidak bisa berbicara dengan siapapun dan tanpa kontak dengan dunia luar, dan Anda tidak tahu apa yang akan terjadi. Ini bukan tentang makanan atau minuman," imbuhnya.

Pasangan asal Vancouver ini diketahui membuka kafe bernama Peter's Coffee House di Dandong sejak tahun 2008. Media setempat menyebut, keduanya mencuri rahasia negara. Namun tidak ada dakwaan resmi yang dijeratkan kepada mereka dan tidak jelas apa yang sebenarnya dituduhkan kepada mereka.

Menurut Simeon, kedua orang tuanya ditempatkan di dalam sel tahanan yang diawasi 24 jam dan dikawal dua petugas penjara. Pejabat konsuler Kanada akan mengunjungi mereka setiap dua minggu. Selama ditahan, keduanya kerap diinterogasi. Namun tidak jelas mereka diinterogasi soal apa.

"Rutinitas harian mereka ialah bangun tidur, sarapan dan menunggu apakah mereka akan diinterogasi hari itu atau tidak," terang Simeon.

Simeon dan saudaranya berkomunikasi dengan kedua orangtuanya lewat surat yang dikirim melalui pejabat konsuler Kanada. Namun tidak semua surat tersebut sampai ke tangan orang tuanya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads