Otoritas New York, Amerika Serikat telah memastikan dokter Craig Spencer memang positif terinfeksi Ebola. Otoritas setempat juga mengkarantina 3 orang lainnya yang diketahui melakukan kontak dengan Spencer, sebelum dia dirawat.
Dalam konferensi pers, seperti dilansir Reuters, Jumat (24/10/2014), Gubernur New York Andrew Cuomo menyebutkan, Spencer melakukan kontak langsung dengan 4 orang sebelum dirawat di rumah sakit.
Otoritas kesehatan setempat, menurut Cuomo, telah mengkarantina tiga orang di antaranya, yang merupakan dua teman dan tunangan Spencer. Sedangkan orang keempat yang seorang sopir taksi, dinyatakan tidak berisiko tertular Ebola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisioner Kesehatan New York, Mary Travis Bassett menuturkan, pasien Ebola tertular ketika mulai merasakan sakit. Menurut Bassett, Spencer memantau suhu tubuhnya dua kali sehari, sebelum akhirnya dia melapor dan dibawa ke rumah sakit. Kini, Spencer dikarantina di Bellevue Hospital.
Apartemen Spencer juga disegel oleh otoritas setempat. Kemudian hasil pemeriksaan awal Spencer akan dikirimkan ke Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) untuk dikonfirmasikan dalam waktu 24 jam.
Menurut otoritas kesehatan setempat, Spencer menyelesaikan tugasnya di Guinea pada 12 Oktober dan meninggalkan negara tersebut dua hari kemudian. Dia sempat transit di Brussels, Belgia sebelum akhirnya tiba di AS.
Spencer mendarat di bandara internasional John F. Kennedy, New York pada 17 Oktober waktu setempat. Setibanya di apartemennya, Spencer berolahraga lari sejauh 4,8 km kemudian juga naik beberapa jalur kereta bawah tanah, pergi main bowling dan sempat makan di restoran setempat.
"Dia tidak mengalami gejalanya. Dia tidak demam (ketika keluar rumah)," terang Bassett.
Dalam konferensi pers, Walikota Bill de Blasio meyakinkan publik bahwa mereka aman dari Ebola, meskipun ada pasien terinfeksi virus mematikan tersebut di kota yang sama.
"Berada di dalam gerbong kereta bawah tanah yang sama atau tinggal di dekat seseorang yang terinfeksi Ebola tidak lantas berisiko tertular," tegas De Blasio.
(nvc/ita)











































