Pria Bersenjata Tembaki Bus Penumpang di Pakistan, 8 Orang Tewas

Pria Bersenjata Tembaki Bus Penumpang di Pakistan, 8 Orang Tewas

- detikNews
Kamis, 23 Okt 2014 17:54 WIB
Pria Bersenjata Tembaki Bus Penumpang di Pakistan, 8 Orang Tewas
Ilustrasi
Islamabad -

Sekelompok pria bersenjata di Pakistan mencegat dan melepas tembakan brutal ke penumpang bus. Sedikitnya 8 orang tewas dan satu orang lainnya luka-luka dalam penembakan ini.

Kepolisian setempat menyebut insiden ini sebagai serangan sektarian. Sebabnya, korban tewas merupakan warga Syiah dari etnis minoritas Hazara dan penembakan terjadi di wilayah Baluchistan yang rawan konflik. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (23/10/2014).

Belum ada pihak atau kelompok tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas penembakan ini. Namun selama ini, kelompok militan Sunni, Lashkar-e-Jhangvi banyak mendalangi aksi penembakan dan serangan bom terhadap etnis Hazara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bus tersebut membawa para penumpang dari pasar sayuran, ketika dicegat oleh sekelompok pria bersenjata.

"Dua pria bersenjata memasuki bus dan menembaki penumpang di dalamnya," terang polisi setempat, Imran Qureshi kepada Reuters.

Polisi lainnya, Asad Raza menambahkan, seluruh korban tewas merupakan warga etnis Hazara yang menganut Syiah. Tayangan televisi setempat menunjukkan bus tersebut dikelilingi oleh polisi setempat, setelah penembakan terjadi.

Penembakan ini diikuti oleh ledakan yang menargetkan kendaraan, yang digunakan oleh tentara keamanan setempat. Bom tersebut dipasang pada sepeda motor yang diparkir di dekat kendaraan militer tersebut. Menurut kepolisian setempat, ledakan tersebut menewaskan 2 orang dan melukai 12 orang lainnya.

Ratusan warga etnis Hazara tewas dalam serangkaian serangan bom dan aksi penembakan di Baluchistan, dalam beberapa tahun terakhir. Ancaman terhadap etnis Hazara sangat marak, sehingga polisi setempat biasanya mengawal mereka jika hendak bepergian seperti belanja ke pasar atau ke tempat lainnya.

"Kelompok Hazara ini tidak memberitahu kami tentang pergerakan mereka," ucap polisi senior setempat, Aitzaz Goraya.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads