Kepolisian setempat tidak berkomentar banyak atas insiden ini. Hanya disebutkan bahwa ledakan terjadi di kota Azare pada Rabu (22/10) tengah malam waktu setempat. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (23/10/2014).
"Lima orang tewas terbakar hingga tidak dikenali, sedangkan 12 orang lainnya mengalami berbagai jenis luka," terang juru bicara kepolisian Bauchi, Haruna Mohamed dalam pernyataannya.
"Seluruh area sekitar lokasi kejadian telah diperiksa ... Belum ada satupun tersangka yang ditangkap, tapi penyelidikan tengah berlangsung," imbuhnya.
Jika benar Boko Haram berada di balik ledakan ini, maka akan menodai kesepakatan gencatan senjata sementara antara militer Nigeria dan militan keji tersebut.
Pemerintah Nigeria menyebut gencatan senjata sementara disepakati sejak pekan lalu. Salah satu tujuannya, untuk menjamin pembebasan 200 siswa yang masih disandera Boko Haram. Namun beberapa pihak menilai, tidak mungkin gencatan senjata tercapai dengan Boko Haram yang memiliki banyak faksi.
Perundingan dilakukan di ibukota N'Djamena, Chad, antara pemerintah Nigeria dengan perwakilan Boko Haram. Diplomat Chad menuturkan kepada Reuters, kesepakatan bisa dicapai jika faksi yang mewakili perundingan ini memiliki kendali besar atas para pelajar putri yang disandera.
(nvc/ita)











































