Seperti disampaikan Kementerian Dalam Negeri Mesir dan dilansir Reuters, Kamis (23/10/2014), ledakan terjadi di alun-alun yang ada di luar kampus yang ada di tengah kota Kairo tersebut pada Rabu (22/10) waktu setempat.
Sebanyak 6 personel kepolisian dan 4 warga sipil menjadi korban luka. Mereka telah dilarikan ke rumah sakit setempat, untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Kesehatan Mesir menyebut jumlah korban luka bertambah menjadi 11 orang.
Sedangkan militan setempat Ajnad Misr mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut, dalam pernyataan yang diposting pada forum militan setempat dan akun Twitter kelompok tersebut.
Menurut SITE Intelligence Group, militan yang mulai mencuat sejak Januari tahun ini, banyak mendalangi serentetan serangan terhadap polisi dan tentara Mesir, terutama di wilayah Sinai.
Aktivitas militan di Mesir memang mengalami peningkatan semenjak Mohamed Morsi digulingkan dari kursi presiden Mesir pada Juli 2013 lalu. Universitas Kairo merupakan titik fokus unjuk rasa melawan pemerintah, yang berujung pada penggulingan Morsi pada saat itu.
Militan Ajnad Misr sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian ledakan yang terjadi di luar Universitas Kairo dan menewaskan seorang polisi berpangkat brigadir jenderal pada 2 April lalu. Serangan tersebut ditargetkan pada polisi yang menjaga keamanan kampus.
(nvc/ita)











































