Seorang pejabat AS mengatakan seperti dilansir CNN, Kamis (23/10/2014), dalam penyelidikan yang tengah dilakukan FBI bersama otoritas Kanada, adanya kaitan terorisme dengan insiden penembakan di Ottawa tersebut tidak dikesampingkan.
Atas penembakan tersebut, FBI juga memberitahukan semua kantor cabangnya untuk meningkatkan kewaspadaan. FBI pun menyinggung tentang buletin terbaru, yang mengingatkan militer dan penegak hukum untuk tetap waspada setelah militan ISIS menyerukan serangan terhadap militer dan penegak hukum di AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael ditembak mati oleh pihak kepolisian Kanada setelah memberondong tembakan ke arah salah satu ruangan dalam gedung parlemen Kanada. Dalam ruangan itu sedang terjadi pertemuan antara Perdana Menteri (PM) Kanada Stephen Harper. 4 Orang dilarikan ke rumah sakit dan seorang tentara dinyatakan meninggal tak jauh dari lokasi penembakan.
Atas kejadian ini, Presiden AS Barack Obama pun telah menelepon PM Harper untuk menawarkan bantuan.
"Presiden menawarkan bantuan pada Kanada terkait penyerangan tersebut. PM Harper mengucapkan terimakasih dan keduanya berdiskusi dan terjadi kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi kedua pemerintahan ke depan," keterangan resmi Gedung Putih.
(ita/ita)











































