Palang Merah Sebut Larangan Bepergian Terkait Wabah Ebola Irasional

Palang Merah Sebut Larangan Bepergian Terkait Wabah Ebola Irasional

- detikNews
Rabu, 22 Okt 2014 17:21 WIB
Palang Merah Sebut Larangan Bepergian Terkait Wabah Ebola Irasional
Getty Images
Beijing, - Berjangkitnya Ebola menimbulkan perdebatan tentang perlu tidaknya larangan bepergian dari negara-negara Afrika Barat yang dilanda wabah mematikan itu. Namun menurut Palang Merah Internasional, penutupan perbatasan tak akan efektif menangkal penularan Ebola.

Wabah Ebola tahun ini merupakan yang terparah di dunia dan telah menewaskan lebih dari 4.500 orang di Liberia, Guinea dan Sierra Leone. Para pendatang dari wilayah tersebut telah menulari dua orang di Texas, Amerika Serikat dan satu orang di Madrid, Spanyol. Hal ini mendorong sejumlah pemimpin, termasuk beberapa anggota parlemen AS mendesak diberlakukannya larangan bepergian dari Afrika Barat.

Namun menurut Elhadj As Sy, Sekjen International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), larangan tersebut tidak masuk akal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu (Ebola) menciptakan banyak ketakutan dan kepanikan luar biasa yang kadang-kadang mengarah ke bentuk perilaku dan langkah-langkah yang sangat irasional, seperti menutup perbatasan, membatalkan penerbangan, mengisolasi negara-negara dll," tutur Sy kepada para wartawan di Beijing, China.

"Itu bukan solusi. Satu-satunya solusi adalah bagaimana kita bisa menggabungkan upaya-upaya kita untuk mengendalikan virus-virus dan epidemi seperti itu pada sumbernya, tepat di mana itu dimulai," tandasnya dalam konferensi IFRC yang berlangsung di Beijing seperti dilansir Reuters, Rabu (22/10/2014).

Sy mengatakan, dirinya yakin untuk bisa mengatasi wabah ini dalam empat hingga enam bulan jika dilakukan langkah-langkah yang tepat. Namun investasi tambahan pada infrastruktur kesehatan Afrika Barat akan diperlukan untuk mencegah wabah tersebut di masa mendatang.

Sejumlah pemimpin dunia termasuk Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, juga telah menyampaikan penolakan terhadap larangan bepergian tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini juga tidak merekomendasikan larangan bepergian pada negara-negara Afrika Barat. Sebelumnya, WHO telah mengingatkan, sekitar 5 ribu hingga 10 ribu kasus baru Ebola per minggu bisa muncul secara global pada Desember mendatang.

(ita/ita)


Berita Terkait