Surat kabar setempat, Al-Hayat mengutip juru bicara University of Dammam yang menyebutkan, Iman Mustafa al-Boga mengundurkan diri untuk alasan yang tidak jelas.
Sedangkan dikutip dari akun Facebook-nya, wanita ini menyebut dirinya sedang berada di wilayah Suriah bagian utara. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (21/10/2014).
"Saya seorang Daesh bahkan sebelum Daesh ada," sebutnya dalam postingan lain dalam akun Facebook-nya, merujuk pada akronim bahasa Arab dari militan ISIS.
"Dan saya selalu sadar bahwa tidak ada solusi bagi masalah yang dihadapi warga muslim, selain dengan jihad," imbuh Boga.
Padahal diketahui bahwa Kerajaan Saudi berupaya keras mencegah kaum mudanya menjadi pelaku jihad. Dalam dekritnya pada Februari lalu, Raja Abdullah memberlakukan hukuman hingga 20 tahun penjara bagi setiap warga Saudi yang pergi berjihad ke luar negeri.
"Saya meninggalkan universitas tercinta saya, mobil saya, rumah besar saya dan gaji saya yang besar," tulis Boga dalam akun Facebook-nya tanggal 14 Oktober lalu.
"Terbebas dari hukum tiran yang penuh dosa, yang mencekik umat," imbuhnya, sembari menambahkan bahwa dirinya pergi ke Suriah tanpa bantuan dari siapapun.
"Kami tidak tahu alasan di balik pengunduran dirinya," terang juru bicara pihak kampus tempat Boga mengajar.
Surat kabar Al-Hayat juga melaporkan bahwa Boga yang memang dikenal memiliki pemikiran ekstremis ini, mengajar yurisprudensi dan ekonomi Islam di universitas Saudi tersebut selama beberapa tahun terakhir.
(nvc/ita)











































