Seorang dokter keturunan Arab-Israel dilaporkan tewas saat bertempur untuk militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dokter ini tewas saat bertempur untuk ISIS di wilayah Suriah.
Othman Abu al-Qiyan disebutkan tewas dalam pertempuran di Suriah pada Agustus lalu. Demikian seperti disampaikan Dinas Keamanan Domestik Israel, Shin Bet dan dilansir AFP, Senin (20/10/2014).
Othman diketahui pernah belajar ilmu kedokteran di Yordania dan bekerja sebagai dokter magang di sebuah rumah sakit di Israel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shin Bet menuturkan, ketiganya sama-sama berasal dari desa Hura, Bedouin yang berada di wilayah gurun Negev, Israel.
Otoritas keamanan setempat mengetahui adanya 30 warga keturunan Arab-Israel yang pergi ke Suriah untuk bertempur bersama kelompok militan setempat. Meskipun hanya beberapa orang saja yang bergabung dengan ISIS.
"Ini merupakan fenomena berbahaya, ketika banyak orang yang pergi untuk menjalani pelatihan militan terancam terpapar ideologi jihad global, dan terdapat kekhawatiran bahwa itu akan digunakan dalam serangan teroris terhadap Israel pada akhirnya," demikian pernyataan Shin Bet.
Kekhawatiran tersebut bukannya tanpa alasan. Pada Maret lalu, seorang warga keturunan Arab-Israel di kota Taibe ditangkap sekembalinya dari pelatihan militan di Suriah.
"Dalam interogasi, dia mengatakan, dirinya diminta untuk memberikan informasi soal lokasi-lokasi sensitif di Israel... dan diminta untuk melakukan ledakan bom bunuh diri di Israel," terang Shin Bet.
Tercatat ada sekitar 1,4 juta warga keturunan Arab-Israel, atau sekitar 20 persen populasi warga Israel. Mereka merupakan keturunan dari 160 ribu warga Arab Palestina yang tetap tinggal di wilayahnya ketika negara Yahudi mulai dibangun pada tahun 1948 silam.
(nvc/ita)










































