Kecelakaan itu terjadi pada Minggu, 19 Oktober malam ketika kapal cepat yang mengangkut sekitar 40 orang menabrak kapal nelayan di Laut Andaman, yang berlokasi di antara pulau-pulau populer Phi Phi dan Phuket. Kapal cepat tersebut mengangkut para turis Korea Selatan, China dan sejumlah turis Barat.
"Nakhoda kapal cepat terbagi perhatiannya dan menarik sebuah kantong plastik dari kakinya ketika dia menabrak," kata pejabat kepolisian Krabi, Kolonel Pruttipong Nuchnart seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (20/10/2014). Sang nakhoda telah ditangkap atas tuduhan kecerobohan mengemudikan kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian itu sempat dihentikan semalam.
Kecelakaan yang melibatkan kapal, bus dan sarana transportasi publik lainnya kerap terjadi di Thailand, yang standar keselamatan relatif buruk. Otoritas Thai tengah berupaya keras untuk memulihkan reputasi kerajaan tersebut sebagai sorga pariwisata, yang telah ternoda dalam beberapa bulan terakhir.
Mulai dari aksi-aksi demo di Bangkok yang mendorong kudeta pada 22 Mei lalu hingga pembunuhan dua turis Inggris di pulau resor Koh Tao pada pertengahan September lalu, telah meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan para wisatawan.
(ita/ita)











































