Sebelumnya, negara-negara Barat dan Ukraina menyatakan bahwa MH17 ditembak jatuh pada Juli lalu oleh para separatis Ukraina dengan menggunakan sistem rudal darat-ke-udara BUK yang dipasok Rusia. Tudingan ini telah dibantah berulang kali oleh pemerintah Rusia.
Namun kepala badan intelijen asing Jerman, BND, Gerhard Schindler mengatakan, informasi intelijen menunjukkan bahwa para pemberontak pro-Rusia telah merebut sebuah sistem BUK dari pangkalan di Ukraina dan menembakkan sebuah rudal yang menjatuhkan pesawat MH17.
Demikian diberitakan majalah Jerman, Spiegel seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (20/10/2014). Schindler mengatakan, klaim Rusia bahwa rudal tersebut ditembakkan oleh tentara-tentara Ukraina adalah tidak benar.
Atas tudingan intelijen Jerman ini, Andrei Purgin, wakil perdana menteri kelompok pemberontak Ukraina yang menamakan diri sebagai Republik Rakyat Donetsk, membantah klaim tersebut.
"Tuduhan terhadap kami ini adalah tanpa dasar," cetusnya kepada kantor berita resmi Rusia, Interfax. Diimbuhkannya, rudal-rudal seperti itu hanya bisa ditembakkan oleh para ahli yang sangat terlatih.
"Para bekas penambang yang kini membela negara mereka tidak punya keahlian untuk mengoperasikan sistem yang demikian canggih," tandasnya.
(ita/ita)











































