Rumah sakit Texas Health Presbyterian Hospital di Dallas telah merawat seorang pria Liberia, Thomas Eric Duncan, yang meninggal akibat Ebola pada 8 Oktober lalu. Dua perawat yang menangani Duncan kemudian terjangkit virus Ebola dan kini masih dirawat di fasilitas khusus.
"Sebagai institusi, kami melakukan kesalahan dalam menangani tantangan yang sangat sulit ini," demikian disampaikan pihak dalam "surat untuk komunitas kami" yang dimuat di media Dallas Morning News pada Minggu, 19 Oktober waktu setempat seperti dilansir AFP, Senin (20/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duncan sempat disuruh pulang usai kedatangan pertamanya ke unit gawat darurat RS tersebut. Padahal dia mengalami gejala demam seperti Ebola dan telah mengatakan bahwa dirinya baru datang dari Liberia, negara yang paling parah dilanda wabah Ebola.
"Fakta bahwa Duncan telah bepergian ke Afrika tidak dikomunikasikan secara efektif di antara tim perawatan, meskipun itu ada dalam keterangan medisnya," demikian disampaikan pihak RS yang ditandatangani CEO Kesehatan Texas Barclay Berdan.
"Kami tidak mendiagnosa dengan benar gejala-gejalanya sebagai Ebola. Untuk ini, kami sangat minta maaf," imbuhnya.
Sementara itu, seorang pekerja lab dari rumah sakit tersebut, yang tadinya ikut dalam kapal pesiar, telah kembali ke Texas. Dikarenakan kekhawatiran bahwa wanita itu mungkin telah terkena cairan Duncan, pekerja lab tersebut atas keinginannya sendiri mengisolasi dirinya di dalam kabinnya.
Pihak kapal pesiar Carnival Cruise Lines menyatakan, hasil tes darah menunjukkan dia tidak terinfeksi Ebola. Dia pun turun dari kapal setelah kembali ke Galveston.
(ita/ita)











































