Kematian pejabat pemerintah setempat bermarga Oh (37) ini diumumkan oleh kepolisian Korsel, yang tengah menyelidiki tragedi ini. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (18/10/2014).
Sebagian besar korban dalam tragedi ini merupakan penonton konser yang nekat memanjat jendela ventilasi demi melihat lebih jelas konser yang digelar di tempat terbuka, pada Jumat (17/10) sore. Jendela ventilasi yang dipasang horizontal itu menutup area bawah tanah yang ada di bawahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belasan orang jatuh ke dalam lubang tersebut. Sedikitnya 16 orang tewas dan 11 orang lainnya mengalami luka serius. Dilaporkan hanya ada 400 kursi yang disediakan penyelenggara, namun ada sekitar 700 orang yang menonton. Puluhan di antaranya nekat menonton dengan memanjat jendela ventilasi tersebut.
Juru bicara urusan pemulihan bencana, Kim Nam Jun menuturkan kepada wartawan setempat, bahwa Oh bekerja sama dengan kelompok yang mensponsori konser musik tersebut. Disebutkan Nam Jun, Oh bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah gedung yang ada di dekat lokasi kejadian.
Jasad Oh ditemukan pada Sabtu (18/10) pagi, atau selang beberapa jam setelah dia diinterogasi oleh polisi terkait tragedi tersebut. Nam Jun menambahkan, otoritas setempat telah melakukan inspeksi di lokasi kejadian.
"Tim gabungan polisi dan ahli forensik nasional menyisir lokasi kejadian, pagi ini, dan menginspeksi secara dekat struktur jendela dan sekitarnya," ucapnya.
Sejauh ini, polisi tengah menginterogasi sekitar 15 orang, termasuk pejabat internet news provider setempat yang membiayai dan merancan konser tersebut.
"Jika terbukti bahwa aturan keselamatan diabaikan, kami akan menjeratkan dakwaan pidana terhadap mereka," terang pejabat kepolisian setempat seperti dikutip media setempat, Yonhap.
(nvc/gah)











































