Sebagai seorang 'Ebola czar', demikian sebutannya di banyak media, Klain akan memberikan laporan langsung kepada Penasihat Keamanan Dalam Negeri Lisa Monaco dan Penasihat Keamanan Nasional Susan Rice. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (18/10/2014).
Klain yang merupakan mantan penasihat senior Obama ini akan segera memulai tugas barunya. Klain juga pernah menjabat sebagai kepala staf bagi Wakil Presiden Joe Biden dan mantan wakil presden Al Gore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Klain menjabat sebagai Direktur Case Holdings, sebuah holding company yang ditemukan oleh mantan Direktur Eksekutif AOL Steve Case, serta menjadi penasihat umum pada perusahaan model berorientasi teknologi, Revolution LLC.
Penunjukan Klain ini memicu kritikan dari kubu Partai Republik. Obama dinilai hanya menunjuk kroni politiknya tanpa memperhatikan pengalaman medis yang dimiliki untuk menangkal situasi darurat kesehatan, yang kini tengah terjadi.
"Penunjukan ini tidak hanya mengejutkan, tapi juga tidak mendengar apa yang menjadi kekhawatiran rakyat Amerika," kritik anggota parlemen dari Partai Republik, Tim Murphy.
"Melakukan penunjukan politik seseorang yang tidak memiliki latar belakang emdis atau pengalaman mengendalikan penyakit menular, hanya akan sedikit meyakinkan rakyat Amerika yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap strategi pemerintah melawan Ebola," imbuhnya.
Sementara itu, saat ditanya oleh wartawan soal mengapa Gedung Putih memilih seseorang tanpa pengalaman medis untuk posisi pejabat khsusus Ebola yang sangat krusial, juru bicara Josh Earnest memiliki jawaban matang.
"Apa yang kami cari bukanlah seorang ahli Ebola, tapi lebih kepada seorang ahli penerapan," ucapnya.
Virus Ebola menjadi momok menakutkan bagi warga AS setelah dua pekerja medis di rumah sakit Dallas, Texas, dinyatakan positif terinfeksi. Terungkap bahwa keduanya tertular setelah merawat pasien Ebola asal Liberia yang meninggal dunia, pekan lalu.
(nvc/gah)











































