Pekerja medis yang bekerja di Texas Health Presbyterian Hospital ini memang tidak melakukan kontak langsung dengan pria asal Liberia, Thomas Eric Duncan yang meninggal dunia, pada 8 Oktober lalu. Namun dia sempat memproses cairan tubuh Duncan sekitar 19 hari ini.
Dia bepergian dengan kapal pesiar dari Galveston, Texas pada Minggu (12/10) dan kini masih berada di atas kapal pesiar tersebut. Karantina tetap dilakukan, meskipun belum ada gejala terinfeksi Ebola yang muncul pada tubuh pekerja medis ini.
Demikian disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki dan dilansir AFP, Jumat (17/10/2014).
Menurut Psaki, pekerja medis tersebut memantau perkembangan kesehatannya sendiri sejak Senin (13/10) lalu. Hingga kini dilaporkan dia belum mengalami demam atau gejala Ebola lainnya.
Pekerja medis tersebut bersama rekannya dengan sukarela mengkarantina diri mereka di dalam kabin mereka di kapal pesiar tersebut. Kini, lanjut Psaki, otoritas AS tengah mengusahakan kapal tersebut untuk berlayar kembali ke AS.
"Kami bekerja sama dengan pihak perusahan pesiar untuk membawa mereka kembali dengan selamat, ke AS, tanpa mengesampingkan kehati-hatian," ucap Psaki dalam pernyataannya.
Pekerja medis tersebut pergi meninggalkan wilayah AS sebelum diberitahu soal aturan baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) untuk aktif melakukan pemantauan. Menurut CDC, masa inkubasi maksimum bagi virus Ebola ialah selama 21 hari.
(nvc/nwk)











































