Militer Suriah terus menggempur kelompok pemberontak di sekitar ibukota Damaskus. Serangan udara ini menewaskan 14 orang termasuk di antaranya 6 anak-anak.
Organisasi pemantau HAM setempat, Syrian Observatory for Human Rights, seperti dilansir AFP, Jumat (17/10/2014), menyebutkan ada 10 orang tewas di Jisrin, yang berada di wilayah Damaskus bagian timur.
Dari jumlah korban tewas tersebut, terdapat seorang wanita dan dua anak-anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada bantahan ataupun tanggapan resmi dari rezim Suriah terkait hal ini.
Selama 2 tahun terakhir ini, kelompok pemberontak terus berupaya untuk melengserkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Mereka berusaha menduduki kamp militer Suriah yang ada di sejumlah wilayah, seperti Hamadiyeh dan Wadi Deif.
Menghadapi pergerakan pemberontak ini, militer Suriah kerap melancarkan serangan udara untuk mengusir mereka. Namun serangan udara tersebut seringkali merenggut nyawa warga sipil setempat.
Gempuran via udara yang dilakukan militer Suriah ini terpisah dengan serangan udara yang tengah dilancarkan militer Amerika Serikat, dan pasukan koalisi sibuk menggempur militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayah Suriah.
Sementara militer Suriah menggempur kelompok pemberontak di sekitar Damaskus, AS dan pasukan koalisi sibuk menyerang ISIS yang berusaha menguasai kota Kobane, yang terletak di perbatasan Suriah dengan Turki.
Rezim Assad sebelumnya pernah menyebut serangan udara AS dan koalisi di wilayahnya sebagai pelanggaran kedaulatan, karena tidak dikoordinasikan dengan pemerintah Suriah. Namun ketika pertama kali melancarkan serangan terhadap ISIS, AS mengirim pemberitahuan terlebih dahulu ke pemerintah Suriah dan hal tersebut dibenarkan oleh Suriah.
(nvc/ita)











































